5 Kuil yang Harus Anda Kunjungi di Kyoto
Wisata

5 Kuil yang Harus Anda Kunjungi di Kyoto

Kyoto adalah salah satu kota terbesar di Jepang yang memukau dengan kesenian dan tradisi yang menonjol. Bahkan kota ini kerap dijuluki Ibukota Kebudayaan Jepang. Karena itu tidak mengherankan jika banyak seni dan kerajinan tradisional yang masih dilestarikan dengan baik oleh pengrajin dari generasi ke generasi.

Perjalanan ke Kyoto pun sekarang sudah begitu mudah. Apalagi dengan cukup banyaknya promosi tiket pesawat online untuk menuju ke sana, Anda jadi lebih leluasa merencanakan perjalanan liburan. Baik sekadar liburan singkat atau liburan panjang.

Anda pun tak perlu bingung soal objek wisata yang ingin dikunjungi. Bila Anda berada di Kyoto, selain jalan-jalan dan belanja di kota, Anda juga bisa mengunjungi macam-macam kuil yang sarat dengan nuansa tradisi Jepang.

Berikut ini beberapa kuil yang kami rekomendasikan untuk Anda kunjungi saat berada di sana.

  • Nishi Honganji

Kuil yang satu ini merupakan relik arsitektur Buddha yang masih berdiri kokoh di kota Kyoto. Ada dua lokasi yang menjadi landmark kuil ini, yaitu Hondo atau ruang utama dan Daishi-do atau aula pendiri.

Adapun bagian Hondo telah dibangun ulang pada tahun 1760 dengan penambahan sejumlah kamar indah yang dihiasi dengan lukisan berlatar belakang emas dan patung-patung. Uniknya, beberapa patung tersebut berasal dari abad ke-6.

Sedangkan Daishi-do merupakan ruangan yang berisi patung Shinran, seorang pendiri aliran Buddha Joudo Shinsuu yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Patung tersebut dipahat pada tahun 1244 dan berdiri hingga sekarang.

Kuil ini secara garis besar terbagi menjadi dua area, yaitu Kuil Nishi Honganji bagian barat dan Kuil Higashi Hongaji bagian timur. Kedua kuil ini memiliki latar belakang yang cukup berbeda. Namun semua bagian Kuil Nishi Honganji sudah ditetapkan sebagai situs warisan budaya UNESCO.

  • Kinkaku-ji

Di Kyoto, Kinkaku-ji adalah kuil yang mpopuler dikunjungi di musim apapun. Baik ketika tertutup salju di musim dingin atau dikelilingi bunga sakura di musim semi. Hal paling menarik dari kuil ini adalah pantulan kilau emas yang muncul di permukaan kolam.

Wilayah tempat pendirian Kinkaku-ji dulunya merupakan villa bernama Kitayama-dai, milik seorang pejabat negara bernama Saionji Kintsune. Kompleks sekelilingnya baru didirikan sekitar 1397, setelah shogun Ashikaga Yoshimitsu membeli tanah tersebut dan merekonstruksinya. Kemudian sepeninggal Yoshimitsu, bangunannya diubah menjadi kuil zen.

Bila Anda ingin mengunjunginya, Kinkaku-ji buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00. Untuk mencapai Kuil Kinkaku-ji Anda bisa menggunakan menaiki bis nomor 101 atau 205 dari Stasiun Kyoto menuju halte bus Kinkaku-ji Michi.

  • Ginkaku-Ji

Nama Ginkaku-ji berarti Kuil Perak, namun di kuil ini tidak ada unsur perak di bagian atapnya. Asal mulanya, kuil dibangun pada tahun 1480-an sebagai rumah untuk shogun dan rencananya kuil akan dilapisi perak.

Sayangnya karena suatu hal rencana melapisi kuil dengan perak itu dibatalkan. Sejumlah ahli sejarah Jepang berpendapat pembatalan rencana itu karena Shogun kehabisan biaya.

Kendati tidak berlapis perakt, nama Ginkaku-ji tetap digunakan. Bahkan setelah shogun meninggal beberapa tahun kemudian, Ginkaku-ji tidak berganti nama dan tetap menjadi kuil yang banyak diperbincangkan orang-orang.

Di sekeliling kuil Ginkaku-ji memiliki taman-taman terawat serta keindahan arsitekturnya yang menjadi daya tarik tersendiri. Anda bisa mencapai Ginkaku-ji Stasiun Kyoto menggunakan bis nomor 5, 17 dan 100.

  • Kuil Yasaka

Kuil ini terletak di wilayah Gion, Kyoto. Konon kuil Yasaka merupakan simbol kemakmuran Kyoto dan dijadikan tempat untuk berdoa pada Dewa Kemakmuran dan Kesehatan. Menurut legenda, kuil Yasaka memang didedikasikan untuk Susa-no-o (Dewa Kemakmuran dan Kesehatan) beserta istri dan 8 anaknya.

  • Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera merupakan kuil Budha kuno, yang berdiri sejak tahun 798. Sepanjang berdiri, sudah 10 kali kuil ini mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang hingga bencana alam. Masyarakat setempat menyebut sering kuil ini sebagai kuil perjodohan karena di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang merupakan Dewa Perjodohan.

  • Kuil Fushimi Inari Taisha

Terakhir adalah kuil yang wajib Anda kunjungi, karena paling ikonik dan kerap menghiasai foto siapun yang pernah datang ke Kyoto. Kuil Fushimi Inari Taisha didirikan pada tahun 711 untuk dewi padi, Ukanomitama-no-mikoto.

Saat berjalan-jalan di Kuil Fushimi-Inari Taisha, Anda akan menemukan gerbang atau disebut sebagai torii, yang berlapis-lapis. Bila menyususi gerbang tersebut, Anda akan sampai ke bagian belakang kuil atau disebut Oku-no-in.

Di sana terdapat dua buah lentera batu disini yang juga berjejeran dengan batu bernama Omokaru-ishi. Warga setempat memiliki keyakinan bahwa orang yang dapat mengangkat batu itu dengan mudah maka keinginannya akan terkabul.