5 Penyebab Bulu Kucing Rontok
Lifestyle

5 Penyebab Bulu Kucing Rontok

Perilaku kucing yang sangat lucu membuatnya digemari untuk menjadi hewan peliharaan. Sebelum Anda memelihara kucing, Anda harus tahu konsekuensi apa saja yang harus Anda hadapi saat memelihara hewan lucu yang satu ini. Selain memperhatikan cara merawat anak kucing yang baru lahir, Anda juga harus tau bagaimana cara merawat bulu kucing.

Bulu kucing yang rontok menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Bulunya akan menempel di mana-mana. Sebenarnya ada masa kerontokan tersendiri bagi kucing. Misalnya, saat fase pergantian bulu kucing dimana ia akan menjilati bulu-bulunya untuk mempercepat fase pergantian bulu.

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Namun, bulu kucing yang rontok dalam jumlah banyak bisa dibilang tidak wajar. Kucing bisa mengalami kepitakan hingga kebotakan pada beberapa bagian tubuhnya. Ini bisa disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini.

1.     Jamur

Jamur akan mudah tumbuh ditempat yang lembab dan kotor. Bulu kucing yang lebat akan membuat kondisi kulit lembab dan membuat jamur mudah tumbuh. Anjuran dari dokter hewan, yaitu Anda sebagai pemilik kucing harus memperhatikan kelembaban ruangan dan pada bulunya. Jika dibiarkan, jamur-jamur tersebut akan menyebar keseluruh tubuh. Untuk itu obati segera dan bawa ke dokter hewan terdekat.

2.     Kekurangan Nutrisi

Makanan yang Anda pilih harus memenuhi standar gizi kucing. Selain berpengaruh pada kesehatan tubuh kucing, makanan tersebut juga akan mempengaruhi kualitas bulu kucing. Nutrisi yang tepat untuk kucing, yaitu makanan yang mengandung vitamin E, vitamin A, dan protein.

Persentase protein yang harus diberikan pada kucing harus sebesar 30% dari nutrisi lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memperhatikan tabel gizi yang tercantum pada bungkusan makanannya apakah sudah memenuhi standar nutrisi diatas.

3.     Kutu dan Tungau

Setiap hewan peliharaan bisa terserang kutu atau tungau, apalagi hewan peliharaan yang berbulu. Ini semua dikarenakan kebersihan kulit si kucing dan adanya kucing lain yang mendekat dan menularkan kutu tersebut.

Solusi yang tepat adalah memandikannya dengan shampoo dan jangan terlalu keseringan. Ini juga menjadi salah satu cara merawat anak kucing yang baru lahir dari kutu. Namun, jangan dimandikan. Cukup diambil kutunya menggunakan sisir khusus.

4.     Shampo

Shampo yang dipilih untuk membersihkan kucing dari kotoran yang menempel harus cocok dengan kucing kesayangan Anda. Sebaiknya, pilih shampo yang alami dan tidak banyak mengandung deterjen. Kandungan deterjen lama kelamaan dapat membuat kulit kucing menjadi iritasi dan dapat mengalami kerontokan pada bulu si kucing.

5.     Vitamin yang berlebih

Nutrisi yang kurang dapat menyebabkan kerontokan pada bulu kucing. Begitupun dengan nutrisi yang berlebihan bisa menyebabkan kerontokan dengan gejala kering, berkerak, dan terkelupas. Jika ini sudah terjadi, Anda harus mengetahui kebutuhan vitamin untuk kucing kesayangan Anda dengan memeriksanya ke dokter hewan terdekat.

Itulah lima penyebab bulu kucing mudah rontok. Sayangi kucing Anda dengan mengetahui cara merawat bulunya, cara merawat anak kucing yang baru lahir, cara memberikan pakan yang tepat, dan masih banyak lagi.