Hal Yang Harus Diwaspadai Dari Bahaya Eklampsia
Kesehatan

Hal Yang Harus Diwaspadai Dari Bahaya Eklampsia

Bagi wanita yang sedang hamil, pasti tidak akan asing lagi mendengar kata preeklampsia yang sering diwanti-wanti oleh dokter kandungan. Preeklampsia adalah kondisi di mana tekanan darah pada ibu hamil terlalu tinggi. Akan tetapi ada kondisi lain yang harus diwaspadai oleh seorang wanita hamil. Yaitu bahaya eklampsia. Bagi kamu yang tidak mengetahui apa itu eklampsia, berikut ini penjelasan dan hal-hal yang harus kamu waspadai dari eklampsia, menurut hellosehat.com. Yuk, disimak ulasannya!

Penjelasan

Eklampsia merupakan kondisi di mana wanita hamil mengalami preeklampsia yang dibarengi atau ditambah dengan kondisi kejang-kejang. Eklampsia bisa terjadi saat wanita sedang hamil maupun setelah melahirkan. Namun, kejang-kejang yang dialami oleh wanita hamil ini bukan berasal dari gangguan otak, seperti pada kondisi kejang seperti biasanya, atau epilepsi. Meski jarang sekali yang mengalami kondisi eklampsia, tetapi keadaan ini sangatlah serius dan mesti melakukan pemeriksaan lanjutan. Karena apabila terlambat ditindaklanjuti, bisa menyebabkan kematian baik pada ibu yang sedang mengandung, maupun pada bayi yang baru saja lahir.

Yang sering dialami oleh wanita hamil sekarang ini adalah saat sudah melahirkan. Hal ini disebabkan karena dokter memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya eklampsia saat melahirkan tetapi setelah selesai melakukan persalinan, semua pengobatan dihentikan. Maka, gejala eklampsia bisa dengan mudah dialami oleh ibu setelah usai melahirkan. Apalagi, saat mengejan ketika persalinan pun memiliki risiko terjadinya kejang-kejang.

Kejang dari eklampsia tidak hanya terjadi satu kali saja, melainkan ada dua tahapan. Yang pertama dimulai dari 15 sampai 20 detik yang ditandai dengan kedutan di sekitaran wajah serta badan yang kaku. Untuk kondisi 60 detik selanjutnya, bagian mata dari ibu mulai bergerak yang kemudian seluruh otot di dalam tubuh pun mengejang secara bergantian. Jika ibu yang tidak sadarkan diri setelah terjadinya kejang, itulah bahaya eklampsia yang harus kamu waspadai. Karena pada kondisi tersebut, artinya eklampsia sudah salam keadaan yang kritis dan serius.

Faktor

Karena kamu sudah tahu bahaya eklampsia, kamu juga harus tahu faktor yang bisa menyebabkan meningkatnya risiko terkena eklampsia. Di antaranya adalah wanita yang baru saja hamil anak pertama, hamil untuk anak kembar, memiliki penyakit pada ginjal, pernah melakukan transplantasi organ tubuh, faktor genetik, dan juga bagi wanita yang mengalami kelebihan obesitas, massa badan melebihi 30.Selain kehamilan pertama kali, bagi remaja yang sudah mengandung dan wanita mengandung yang usianya lebih dari 40 tahun, pun bisa menjadi faktor mengalami eklampsia.

Ada pula wanita yang mempunyai tekanan darah yang terlewat tinggi pun memiliki risiko mengalami eklampsia karena preeklampsia pada umumnya disebabkan karena darah tinggi. Meski begitu, ada pula yang mengalah preeklampsia padahal dia tidak memiliki darah tinggi.

Penyebab

Setelah tahu faktor dari bahaya eklampsia, sebenarnya penyebab penyakit ini pun masih belum diketahui secara pastinya. Ada yang mengatakan bahwa penyakit ini adalah akibat dari tidak lancarnya pasokan darah untuk plasenta. Maka dari itu, aliran darah di dalam tubuh seorang ibu menjadi terganggu. Biasanya, ibu yang tidak menyadari jika ia terkena eklampsia adalah karena ia tidak merasakan gejala dari preeklampsia. Maka dari itu, mengetahui gejalanya pun sangatlah penting.

Bagi wanita atau ibu yang mengalami eklampsia maka akan berimbas pada kandungan atau bayinya. Seperti berat tubuh bayi yang terlalu rendah, lahir secara prematur dan kondisi abrupsio plasenta, yaitu keadaan dinding rahim yang pisah dari plasenta.

Itulah ulasan mengenai hal yang harus diperhatikan untuk bahaya eklampsia. Semoga bermanfaat!