Seni Rupa, Tergolong 16 Subsektor Ekonomi Kreatif
Other

Seni Rupa, Tergolong 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Terkait 16 subsektor ekonomi kreatif, dewasa ini selalu menjadi bagian perbincangan yang serius, baik dalam bidang ekonomi, politik, hingga budaya. Sebab, termasuk menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah subsektor ekonomi kreatif seni rupa.

Seni rupa merupakan cabang dari ilmu kesenian yang direpresentasikan dan diciptakan melalui bentuk visual. Sehingga, hasil karya seni rupa nantinya bisa dilihat dan dirasakan. Namun, seni rupa juga menggabungkan media yang lainnya.

Macam-Macam Karya Seni Rupa

Ragam karya seni rupa tampaknya memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, hasil karya seni tersebut bisa memberikan kontribusi sebagai salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif. Berikut ini akan diulas satu per satu mengenai macam-macam karya dari seni rupa:

1. Lukisan

Lukisan merupakan karya seni rupa yang proses pembuatannya dilakukan dengan memoleskan cat dengan alat kuas lukis, pisau palet, kain kanvas, dan peralatan lainnya. Lukisan bisa ditampilkan dalam bentuk 2 dimensi dan 3 dimensi.

Teknik melukis bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, butuh kemahiran dalam mengolahnya. Dalam pembuatan karya seni lukis, seorang pelukis harus mampu untuk memadukan berbagai macam warna.

Selain dapat memadukan beragam warna, juga dituntut memoleskan dengan perasaan yang menghayati, sehingga tercipta hasil lukisan yang indah dan bermakna.

2. Patung

Seni patung merupakan karya seni rupa yang diciptakan dengan membentuk bahan bervolume. Bahan tersebut dapat berupa tanah liat, kayu, batu, logam, dan bahan lainnya. Sehingga, membentuk suatu karya bernilai keindahan dan memiliki makna.

Pembuatan patung dilakukan dengan cara subtraktif dan cara aditif. Cara subtraktif artinya mengurangi dengan cara seperti dipahat, dipotong, dan dicukil. Sedangkan dengan cara aditif, berarti menambahkan bahan padat lainnya dengan menggunakan cara seperti mengecor dan mencetak.

3. Fotografi

Pengertian fotografi bisa dijabarkan sebagai pengambilan sebuah objek yang diwujudkan dalam bentuk citra gambar. Fotografi biasanya memanfaatkan media pencahayaan. Sehingga, hasilnya nanti sangat dipengaruhi oleh kondisi pencahayaan.

4. Kaligrafi

Kaligrafi merupakan suatu karya seni yang dibuat dengan huruf yang artistik. Kaligrafi ini dapat dibuat dengan berbagai macam media. Misalnya, dengan kanvas, kuningan, kayu, dinding, dan juga kertas. Pada umumnya, kaligrafi banyak ditemui tersusun dalam bahasa arab.

5. Gambar

Seni rupa yang berupa gambar pasti sudah dikenal banyak orang. Pasalnya, seni dalam pandangan masyarakat identik dengan sebuah gambar. Perwujudan dari gambar lebih menekankan pada unsur bentuk, garis, dan aspek kegunaan tanpa menggunakan ekspresi. Contohnya yaitu seperti gambar arsitektur, gambar ilustrasi, dekorasi, desain, dan lain sebagainya.

6. Seni Mozaik

Seni mozaik merupakan suatu karya seni rupa yang dibuat dengan cara menyusun sebuah benda hingga membentuk wujud yang tertentu. Wujud dari benda tersebut pasti mempunyai nilai estetis yang tinggi.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan mozaik ini bisa berbagai macam.  Namun, bahan utama dari seni mozaik ini bisa berupa kulit telur, kulit hewan, serpihan kayu, keramik, dan juga pecahan kaca.

7. Poster

Pembuatan poster ini biasanya dibuat di atas kertas. Poster termasuk seni rupa 2 dimensi. Poster membentuk suatu wujud yang mampu memberikan suatu informasi tertentu kepada masyarakat. Informasi yang diberikan ini bisa berupa suatu ajakan atau pesan propaganda.

Namun, tak jarang poster juga digunakan sebagai media pemasaran. Banyak sekali dijumpai di tepi jalan sebuah poster yang berisi konten memasarkan suatu produk atau jasa. Poster ini dinilai cukup efektif juga menggaet pelanggan.

8. Topeng

Topeng merupakan benda kesenian yang dipakai di atas wajah. Topeng dianggap sebagai salah satu wujud ekspresi yang diciptakan oleh peradaban manusia. Bagi sebagian besar masyarakat, topeng memiliki peranan penting dalam sudut kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci.

Hal ini karena topeng dianggap sangat sakral sebagai simbol khusus dalam upacara dan kegiatan adat. Pada upacara adat tersebut, topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah. Bentuk topeng bermacam-macam untuk menggambarkan watak marah, menggambarkan watak  lembut, dan juga kebijaksanaan.

Ragam karya seni rupa di atas tidak hanya memiliki nilai seni dan estetika. Melainkan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sehingga, tidak salah jika seni rupa juga tergolong memberikan kontribusi dalam 16 subsektor ekonomi kreatif.